First Travel Menggunakan Skema Ponzi Wujud Rakus Harta
Penipuan yang di lakukan oleh First Travel sempat
menghebohkan tanah air, lantaran mereka telah menggelapkan dana sebesar Rp. 500
Miliar dan menelantarkan hampir 30 ribuan jamaah haji. Pakar kriminolog dari
Universitas Indonesia (UI), mengatakan kasus First Travel merupakan keinginan dari
orang biasa yang ingin kaya melalui jalan pintas.
Bisa mungkin karena trauma masa lalu, mungkin saja mereka di
hina dan sekarang mereka melakukannya untuk menunjukan kalau mereka adalah
orang kaya. Dari gerak-gerik yang mereka lakukan, dipikirannya hanyalah mendapat
untung sebanyak-banyaknya, tanpa peduli dengan nasib nasabah.
Dalam kasus First Travel terdapat 3 tersangka yang di
tetapkan oleh polisi, Andika Surachman, Anniesa Desvitasari Hasibuan, Kiki
Hasibuan. Andika merupakan suami dari Anniesa, sedangkan Kiki adalah adek
Anniesa, Kiki bertugas sebagai komisaris dan Direktur Keuangan First Travel. Setelah
Anniesa berhasil mendirikan Firts Travel ia kemudian fokus dalam dunia desain,
bisa dikatakan Firts Travel telah merubah gaya hidup mereka, yang dulunya
kekurangan sekarang menjadi kaum borjuis.
Meraka hanya menipu, seakan-akan mereka bisa mendadak kaya
dengan jalan pintas, skema yang di lakukan First Travel harus di telusuri lebih
mendalam, apakah mereka telah melakukannya sejak awal atau ketika mereka sudah
memulai bisnis.
Skema yang di gunakan First Travel adalah skema ponzi, sudah ada sejak tahun 1920 di cetuskan Charles
Ponzi, menggunakan sistem yang cukup rumit, karena dalam praktiknya dana dari
pelanggan pertama akan hilang di ganti menggunakan dana dari pelanggan ke dua
dan seterusnya, jika suatu hari nanti tidak mendapatkan pelanggan baru otomatis
perputaran uang akan berhenti dan bernasib seperti Firts Travel.
Penipuan yang di landasi keinginan cepat kaya sebenarnya
sudah banyak terjadi, karena keegoisan dan kerakusan, mereka tidak peduli
apapun, apalagi kasus First Travel yang membodohi jamaah haji. Kasus ini mungkin
bisa jadi pembelajaran kalau ingin kaya harus berusaha dulu, jangan di gunakan
untuk pamer dengan gaya glamour, gunakanlah untuk membantu sesama, orang yang
membutuhkan masih banyak.
Label: Bisnis


<< Beranda